Lagu Daerah Bawean, Obat Rindu untuk Para Perantau

Budaya  
Kassim Selamat bersama bandnya, The Swallow
Kassim Selamat bersama bandnya, The Swallow

BOYANESIA -- Musik sangat lekat dengan kehidupan masyarakat Pulau Bawean di Gresik, Jawa Timur. Musik menjadi sarana masyarakat Bawean untuk mengobati rasa rindu terhadap anggota keluarga ataupun kekasih yang merantau ke Tanah Jawa maupun ke luar negeri.

Demikian juga dengan orang-orang Bawean yang merantau. Mereka juga mengobati kerinduannya dengan bermusik dan menciptakan lagu-lagu berbahasa Bawean. Selain bertemakan kerinduan, lagu-lagu Bawean juga banyak yang bertemakan tentang cinta.

Dikutip dari bekubawean.blogspot.com, lagu pop daerah Bawean sendiri memiliki jalinan benang merah dengan musik berirama Melayu yang telah berkembang di Bawean sejak adanya kebiasaan merantau masyarakat Bawean ke Singapura pada 1850-an.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Musik berirama Melayu di Bawean mengalami puncaknya pada awal kemerdekaan dengan terbentuknya grup Bunga Seroja Bawean. Grup musik ini banyak melahirkan lagu-lagu yang bertemakan kerinduan akan keluarga yang berada diperantauan baik dalam Bahasa Melayu maupun Bahasa Bawean.

Namun, sayangnya semua lagu dari era Group Bunga Seroja Bawean ini tidak bisa didengar oleh generasi Bawean saat ini. Karena, lagu-lagu tersebut tidak terekam dalam bentuk kaset maupun dalam bentuk tulisan.

Beberapa musisi Bawean yang kemudian merantau ke Singapura, ternyata diperantauan sukses mengembangkan musik pop Melayu dengan syair berbahasa Bawean. Bahkan, mereka mengeluarkan album yang sukses di pasaran.

Salah satu lagu pop daerah Bawean yang populer di Malaysia dan Singapura adalah berjudul La Aobe, yang artinya “Sudah Berubah”. Lagu berbahasa Bawean ini diciptakan oleh Kassim Selamat (1934-2019) yang tergabung dalam grup band The Swallow.

Dengarkan juga cover lagu La Aobe di bawah ini:

Cover band Kristal

Video klip La Aobe unofficial

Cover akustik La Aobe

Lagu La Aobe ini sangat hit di era tahun 1960-an hingga 1970-an. Bahkan, menurut cerita orang-orang Bawean yang merantau ke negeri tetangga itu, lagu La Aobe ini kerap diputar di radio-radio Singapura dan Malaysia.

Selain itu, Kassim Selamat juga mempopulerkan lagu berbahasa Bawean yang bejudul Angkok-Angkok Bilis, . Lagu ini juga melegenda di Singapura dan Malaysia. Sayang, lagu-lagu berbahasa Bawean ini justru tidak populer di Indonesia.

Pada generasi berikutnya, di Bawean sendiri kemudian muncul lagu grup band bernama BEKU Bhei-Bhei. Grup ini mencoba mengangkat kembali kekayaan masa lalunya tanpa mengurangi kreativitas kekinian.

Selain merecycle lagu-lagu dari era Group Bunga Seroja Bawean seperti Engak-Engak Loppa dan Amempe, BEKU Bhei-Bhei juga mencoba melahirkan nomor-nomor lagu baru. Bahkan, telah dicoba mengangkat lagu-lagu Mandiling ke dalam irama pop-rock. Upaya BEKU Bhei-Bhei dalam mengangkat kembali musik daerahnya ini telah dibuktikan dengan tiga album idie label.

Berita Terkait

Image

Suku Bawean Berasal dari Mana?

Image

Viral Perempuan Bawean Kesurupan Manjat Genteng

Image

Masyarakat Adat Bawean Konsisten Rawat Adat Lokal

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jika kamu ingin berbagi artikel atau cerita bisa mengirimkannya ke email boyanesia7@gmail.com

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image