Habiskan Miliaran, Anggota DPRD Heran Masih Terjadi Banjir

News  
Sekretaris Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi (Foto: M. Faiz)
Sekretaris Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi (Foto: M. Faiz)

GRESIK -- Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Gresik, Abdullah Hamdi mengaku heran dengan masalah banjir di wilayah perkotaan Gresik. Pasalnya, setiap tahun sudah ada anggaran miliaran rupiah yang dikucurkan untuk membangun saluran air.

“Tapi kenyataannya, banjir masih saja terus terjadi. Yang terbaru di Pasar Gresik,” ujar dia, Kamis (20/1).

Karena itu, Politisi PKB ini mendesak Dinas Cipta Karya dan Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik untuk membuat grand desain saluran air di seluruh wilayah Gresik, sehingga bisa diketahui permasalahannya.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

“Mana saja yang perlu diperbaiki, mana saja yang perlu dilebarkan bisa diketahui secara jelas,” ucap Hamdi.

Jika nanti ada grand desain, kata dia, maka akan bisa dihitung kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan masalah banjir perkotaan. Dia menilai, jumlahnya juga tidak akan terlalu besar karena hanya beberapa spot saja yang salurannya mengecil.

“Di wilayah kota masih banyak saluran yang sangat lebar. Hanya beberapa titik mengalami penyempitan. Ini yang harus segera diatasi. Terutama bangunan yang berdiri di atas sempadan sungai,” kata Hamdi.

Dia menjelaskan, pembangunan saluran tidak hanya diprioritaskan di lokasi yang ada trotoarnya saja. Tetapi, prioritasnya tetap di saluran yang bermasalah.

“Selama ini, proyek ratusan hingga miliaran rupiah banyak digunakan membangun saluran yang ada di bawah trotoar. Ke depan kami minta dilihat lagi. Mana yang lebih urgen,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik Ida Lailatus Sa'diyah menjelaskan, saat ini pihaknya sudah melakukan grand desain saluran air yang mencakup di wilayah perkotaan gresik, seperti di Kecamatan Gresik, Kebomas, dan Manyar.

“Total ada 27 sistem drainase primer dan 12 sistem drainase lainnya,” ucap dia.

Untuk mengantisipasi banjir wilayah perkotaan, tambah dia, saat ini sudah ada lima rumah pompa air untuk mengantisipasi banjir di wilayah kota. Diantaranya, rumah pompa Gulomantung, Pulopancikan, Kali Towo, Kali tutup Barat dan timur.

“Di samping ada rumah pompa, kami juga ada Satgas Drainase untuk pembersihan aliran air yang tersumbat,” kata dia.

Juru Tulis: M. Faiz

Berita Terkait

Image

Banjir Rob, Ratusan Rumah di Gresik Tergenang

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jika kamu ingin berbagi artikel atau cerita bisa mengirimkannya ke email boyanesia7@gmail.com

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image