Mbah Moen Keturunan Bawean?

Agama  
Kh Maimoen Zubair (Sumber: Republika)

BOYANESIA – Salam toghellen (saudara)....KH Maimoen Zubair atau yang lebih dikenal dengan Mbah Moen merupakan salah seorang ulama karismatik asal Rembang, Jawa Tengah. Beliau adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang yang telah banyak mewarnai kehidupan umat beragama dan bangsa Indonesia.

Salah satu santri Mbah Moen asal Pulau Bawean, Ustaz Ninwari menceritakan bahwa suatu waktu Mbah Moen pernah berkata bahwa beliau adalah keturunan Asli Bawean, bahkan Mbah Moen pernah ke Bawean secara diam-diam, karena beliau tidak mau disambut dengan meriah.

“Waktu itu saya mengaji Tafsir Munir dengan beliau, kemudian sempat berkata bahwa beliau adalah keturunan orang Bawean. Beliau mengaku bahwa kakek yang kelima lahir di Bawean,” ujar Ustaz Ninwari setelah Mbah Moen wafat di Makkah pada 2019 lalu.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Hal ini disampaikan Ustaz Ninwari dalam acara Shalat Ghaib untuk Mbah Moen yang digelar oleh PC IPNU-IPPNU Bawean dan PC GP Ansor Bawean di Masjid al-Mubarak, Kampung Langcabur, Desa Daun Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik.

Ustaz Ninwari mengaku sempat takut untuk menyebarkan tentang garis keturunan Mbah Moen tersebut. Dia baru berani setelah mendapatkan informasi dari politisi Partai Persatuan Permbangunan (PPP) asal Bawean, Ending Syarifuddin,

“Ternyata bapak Syarifuddin Rauf, adik dari Fauzi Rauf (ketua PC NU Bawean) menyatakan bahwa ketika beliau sowan dan dikatakan dalam grup WA beliau (Mbah Moen) juga mengaku bahwa beliau mengaku keturunan orang Bawean.

Karena itu, menurut dia, orang Bawean harus mendoakan Mbah Moen. Apalagi, menurut dia, Mbah Moen merupakan seorang alim ulama. “Jadi tidak ada alasan bagi kita orang Bawean untuk tidak mendoakan beliau disamping beliau adalah seorang alim ulama dan waliyullah juga masih keturunan darah Bawean,” jelas Ustaz Ninwari.

Mbah Moen meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Makkah pada Selasa, 6 Agustus 2019 dan dimakamkan di Ma'la pada hari yang sama. Jika ada orang alim wafat, maka merupakan kegelapan yang nyata bagi dunia. Apalagi, kealiman Mbah Moen juga diakui oleh dunia.

“Alimnya beliau ini bukan hanya diakui oleh nusantara tapi juga dunia. Orang yang pertama kali menyebutkan bahwa beliau adalah seorang waliyullah ialah Syekh M Said Ramadhan al-Buthi, seorang syekh yang digelari al-Ghazali masa kini,” kata Ustaz Ninwari.

“Terbukti semua yang diinginkan beliau tentang kewafatannya persis seperti yang diceritakan ketika mengaji,” ucap dia.

Berita Terkait

Image

Masyarakat Adat Bawean Konsisten Rawat Adat Lokal

Image

Alhamdulillah, Akhirnya Warga Bawean Punya Ambulan Laut

Image

Kampung Rojing, Kampung Arab di Pulau Bawean

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jika kamu ingin berbagi artikel atau cerita bisa mengirimkannya ke email boyanesia7@gmail.com

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image