Ada Intelijen, Gus Dur Pakai Bahasa Arab Malah Dikira Berdoa

Serba Serbi  
Cover "Kitab Humor Sepanjang Masa" karya Fathoni Ahmad

BOYANESIA – Salam toghellen (saudara)....semoga sehat selalu dan hidup stabil. Kali ini kami akan meceritakan sebuah humor dari presiden RI yang begitu fenomenal, yakni KH Abdurrahman Wahid atau yang biasa dipanggil Gus Dur.

Jadi begini........

Dalam buku terbaru berjudul Kitab Humor Sepanjang Masa terbitan Anglori Books, Fathoni Ahmad menceritakan bahwa suatu waktu dalam forum para kiai, Gus Dur memberi sambutan dalam bahasa Arab. Ia pun meminta forumnya berbahasa Arab saja karena ada seorang agen intelijen.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Akhrinya, para kiai yang hadir dalam forum itu pun semuanya menggunakan bahasa Arab. Setelah forum itu selesai, komandannya pun meminta agen intelijen itu melaporkan hasil forum yang dihadiri Gus Dur tersebut,

“Bagaimana pertemuan kiai-kiai dengan Gus Dur tadi,” tanya sang komandan.

Sang intel lalu berkata,

“Tidak ada diskusi Ndan, mereka hanya saling mendoakan!”.

Bukan Gus Dur kalau tidak lihai melontarkan humor yang bisa membuat orang selalu tertawa. Karena, bagi Gus Dur, homor seperti nutrisi. Dalam sebuah kesempatan lain, Gus Dur juga pernah menceritakan sebuah humor orang Indonesia yang mengira semua bahasa Arab adalah doa.

Dalam buku Gus Dur Menertawakan NU diceritakan bahwa dalam sebuah kesempatan, Gus Dur akan menunaikan ibadah haji bersama rombongan keluarga Nahdlatul Ulama (NU) dari Tegal. Begitu tiba di bandara King Abdul Azis, para Potter atau kuli pengangkut barang berebut membawa barang-barang bawaan milik Gus Dur.

Bahkan, dia ntara mereka terjadi cek-cok dengan bahasa Arab yang menjadi bahasa mereka sendiri. Keributan ini dipicu lantaran mereka tidak mendapatkan bagian untuk membawa apa yang dibawa Gus Dur.

Karena kondisi tersebut, para jamaah asal Tegal itu mengerumuni para kuli yang sedang cek-cok dengan bahasa Arab itu sambil mengucapkan “amiiiin..amiiiin...amiiin...” pada setiap akhir ucapannya.

Gus Dur yang mengetahui hal itu, merasa keheranan dan langsung mendatangi jamaah asal Tegal dengan berkata, “Loh mengapa kalian malah berkerumun di sini? Sudah tahu itu orang sedang berebut barang bawaan dan bahkan bertengkar!,” ucap Gus Dur.

Lalu, salah seorang jamaah asal Tegal itu menjawab, “Mereka terlihat fasih berdoa, apalagi mereka menggunakan serban, pasti mereka semua adalah orang alim. Makanya kami ikut amini saja doa-doa mereka, Gus.”

Berita Terkait

Image

Humor Gus Dur tentang Pak Harto

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jika kamu ingin berbagi artikel atau cerita bisa mengirimkannya ke email boyanesia7@gmail.com

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image