Wabup Gresik Luncurkan Perpustakaan Digital Ramah Anak

News  
Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah saat melepaskan pita secara simbolis dalam acara launching perpustakaan digital (Foto:M Faiz)
Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah saat melepaskan pita secara simbolis dalam acara launching perpustakaan digital (Foto:M Faiz)

GRESIK -- Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah meluncurkan perpustakaan digital ramah anak "Lentera Ilmu" di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Baitussalam, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Rabu (26/1). Perpustakaan ini dinilai sebagai salah satu langkah transformasi literasi digital di sekolah.

Aminatun Habibah mengatakan, Perpustakaan Lentera Ilmu nantinya akan memberikan bantuan kepada anak-anak secara digital yang mana hal tersebut sudah memang sesuai dengan era digitalisasi.

Dia juga menegaskan akan pentingnya membaca bagi siswa yang terpelajar. Tidak hanya sebatas membaca buku atau tulisan, kata dia, para siswa juga penting mengikuti perkembangan teknologi yang ada.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

“Kita semua harus senantiasa mencari ilmu pengetahuan secara terus menerus, dari sumber apapun. Karena kondisi saat ini penggunaan gawai sudah sangat meluas, maka ini harus kita arahkan. Salah satu caranya dari pihak sekolah adalah dengan membuat perpustakaan yang bisa diakses oleh anak-anak,” ujar Aminatun.

Dalam acara launching tersebut, Aminatin secara simbolis memotong pita dan meninjau secara langsung ruang perpustakaan. Dia berharap apa yang dilakukan MI Baitussalam dengan perpustakaan digital ini bisa diikuti oleh sekolah dan madrasah lain yang ada di Kabupaten Gresik.

“Apalagi saat ini program dari Pemerintah Kabupaten Gresik menekankan pada literasi yang mana terus didorong agar dikemas dalam bentuk digital,” ucap dia.

Di samping memanfaatkan teknologi digital, perpustakaan ini juga menggunakan metode pengelompokan jenjang buku untuk anak-anak. Pasalnya, sering kali ditemui anak-anak di perpustakaan kebingungan memilih buku yang akan dibacanya.

Metode penjenjangan buku tersebut juga sudah diterapkan di banyak negara untuk meningkatkan kemampuan literasi anak. Dalam metode ini, dibuat menjadi enam jenjang mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling rumit, di mana setiap jenjangnya bergantung pada lima hal, yaitu tingkat kesulitan kata/kalimat, jumlah rata-rata kalimat per halaman, jumlah rata-rata kata per kalimat, ukuran ilustrasi, dan yang terakhir tema atau topiknya.

Pewarta: M Faiz

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jika kamu ingin berbagi artikel atau cerita bisa mengirimkannya ke email boyanesia7@gmail.com

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image