5 Kisah Nabi yang Terjadi di Bulan Muharram

Agama  
Ilustrasi kapal Nabi Nuh

BOYANESIA -- Salam toghellen (saudara)...Selamat merayakan Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1444 H. Dalam momentum Tahun Baru Islam 2022 ini, marilah kita mengingat kisah para Nabi yang terjadi pada Bulan Muharram.

Kiai yang dikenal sebagai dai sejuta umat, KH Zainuddin MZ menjelaskan bahwa dari 12 bulan kalender Hijriah ada empat bulan yang disucikan dan dimuliakan oleh Allah SWT, yaitu Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Muharram.

"Ini empat bulan yang dihormati disebut asyhurul hurum," kata dai sejuta umat, almarhum KH Zainuddin MZ dalam salah satu ceramahnya yang diunggah kanal Kajianislami.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Menurut dia, Muharram adalah salah satu dari empat bulan yang istimewa. Karena, banyak peristiwa besar yang terjadi di bulan Muharram. "Hampir semua nabi dan rasul berkaitaan dengan bulan Muharram ini," jelas Kiai Zainuddin.

Berikut lima kisah nabi yang berkaitan dengan Muharram.

1. Taubat Nabi Adam

Dikisahkan bahwa Nabi Adam pernah melakukan dosa karena telah melanggar apa yang telah dilarang oleh Allah SWT di dalam surga, sehingga beliau di usir dan diturunkan ke bumi. Menyadari hal itu nabi Adam kemudian bersujud kepada Allah SWT selama 40 hari.

Dalam sujudnya beliau memohon ampun kepada Allah, yang kemudian dikenal dengan Istighfar nabi Adam, yaitu:

ربّنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكوننّ من الخاسرين

Latin: Rabbanaa dzalamnaa anfusanaa wa inlam taghfir lanaa lanakuu nanna minalkhaasiriin..

Artinya : “Ya Tuhan kami..kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika engkau tidak mengampuni kami serta memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang- orang yang merugi” (QS. Al- A’raf – 23 ).

Setelah itu, Allah SWT akhirnya menerima taubat Nabi Adam pada 10 Muharram, sehingga dosa-dosa beliau diampuni.

2. Nabi Yunus Diselamatkan dari Perut Ikan

Saat Nabi Yunus dibantah oleh kaumnya dan dipertanyakan keyakinannya, beliau sempat meragukan janji Tuhan. Lalu, beliau meninggalkan kaumnya dengan menaiki kapal untuk pergi dari kejadian itu. Tapi, saat berada di kapal terjadi kesalahan yang dilimpahkan kepada Nabi Yunus.

Hingga akhirnya Nabi Yunus dibuang ke dasar laut dan ditelan olen Ikan Nun. Karena itu lah di dalam Alqur'an disebutkan bahwa ada tiga macam kegelapan, yaitu gelapnya malam, gelapnya dasar laut dan gelapnya dalam perut ikan.

Nabi Yunus kemudian sadar akan kesalahannya yang meragukan janji Allah. Dia pun bersujud di dalam perut ikan memohon ampunan kepada Allah SWT, yang kemudian dikenal dengan istighfar Nabi Yunus, yaitu:

لاإله إلّا أنت سبحانك إنّي كنت من الظالمين

Latin: Laailaaha illa anta subhanaka innii kuntu minaddzaalimiin..

Artinya: “Tidak ada tuhan selain engkau, maha suci engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim”.

Nabi Yunus diselamatkan dari perut ikan Nun tersebut pada hari kesepuluh Muharram.

3. Nabi Nuh Diselamatkan dari Banjir

Nabi Nuh adalah salah satu Ulul Azmi, yaitu sebuah gelar khusus bagi golongan rasul pilihan yang mempunyai ketabahan luar biasa. Dikisahkan, Nabi Nuh mempunyai kaum yang bejat dan sangat meremehkan ceramahnya. Umatnya banyak yang berperilaku LGBT. Akhirnya, beliau memohon kepada Allah untuk menghancurkan kaumnya yang tidak beriman.

Allah SWT kemudian memerintahkan Nabi Nuh untuk membuat kapal besar dan mengajak pengikutnya untuk naik ke kapal itu. Nuh juga membawa sepasang hewan dari segala jenisnya ke atas kapalnya. Saat Allah mendatangkan banjir besar, maka hanya pengikut Nabi Nuh lah yang selamat.

Diselamatkannya Nabi Nuh dari bahtera banjir yang luar bisa itu terjadi pada hari kesepuluh Muharram.

4. Nabi Ibrahim Selamat dari Pembakaran Raja Namrud

قلنا ينار كوني بردا وسلما على إبراهيم

Latin: Qulnaa yaa naaruu kuunii bardan wa salaaman alaa Ibrahim..

Artinya: “Kami (Allah) berfirman, wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim”.

Kisah ini sangat terkenal. Dikisahkan bahwa saat Raja Namrud kembali pulang dari ibadahnya, dia mendapati patung-patungnya rusak dan menyalahkan Nabi Ibrahim. Karena, saat itu hanya Nabi Ibrahim kecil yang tidak ikut dalam penyembahannya.

Nabi Ibrahim tidak mengaku dan mengatakan kepada Namrud bahwa patung yang paling besar lah yang memenggal semua kepala patung-patung kecil itu. Raja Namrud kemudian murka karena berdebat dengan Nabi Ibrahim dan kemudian membakarnya di kobaran api yang luar biasa dan disaksikan oleh rakyat Raja Namrud. Namun, tubuh Nabi Ibrahim tidak terbakar.

Allah SWT menyelamatkan Nabi Ibrahim dari pembakaran Raja Namrud ini pada hari kesepuluh Muharram.

5. Nabi Musa Selamat dari Kejaran Firaun

Saat Nabi Musa dikejar Raja Firaun hingga ke tepi pantai, turunlah perintah Allah SWT kepada Nabi Musa untuk membelah lautan dengan memukulkan tongkatnya. Setelah membelah lautan, Nabi Musa dan kaumnya pun bisa menyebrangi lautan hingga ke ujung seberang.

Lalu, Allah memerintahkan lagi kepada Nabi Musa untuk memukul tongkatnya agar jalan yang telah dilewati tertutup lagi seperti semula. Sementara, pada saat itu Firaun dan kaumnya sudah sampai ke tengah jalan yang dibelah Nabi Musa.

Lalu, Fir’aun dan kaumnya pun tenggelam. Setelah beberapai hari dari kejadian itu sampailah jasad Fir’aun ke daratan dengan ombak lautan. Jasad itu kemidian diabadikan oleh penduduk Mesir karena Allah juga berkehendak agar hal itu menjadi pembelajaran untuk umat setelahnya.

Penyelamatan Nabi Musa dari kejaran Firaun tersebut terjadi pada hari kesepuluh Muharram.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jika kamu ingin berbagi artikel atau cerita bisa mengirimkannya ke email boyanesia7@gmail.com

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image