Luar Biasa! Kotak Amal Makam Gus Dur Capai Rp 2,5 Miliar dalam Setahun

Serba Serbi  
Makam Gus Dur

BOYANESIA – Salam toghellen (saudara).............seperti yang kita ketahui bersama, umat Islam Indonesia sangat gemar berziarah ke makam para kekasih Allah SWT. Saat berziarah, biasanya umat Islam juga menyisihkan sebagian uangnya untuk diberikan ke kotak amal yang tersedia di pemakaman, termasuk di makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Namun, yang jarang terbersit di benak kita adalah berapa banyak uang yang disumbangkan para peziarah di kotak amal itu?

Nah, baru-baru ini ada informasi yang terungkap ke publik bahwa uang yang terkumpul di kotak amal makam Gus Dur itu pernah mencapai Rp 2,5 miliar dalam setahun. Hal ini diungkapkan pendakwah yang populer di kalangan milenial, yaitu Habib Husein Ja’far Al Hadar.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

“Saya pergi ke Tebuireng dan berziarah ke makam Gusdur, lalu disampaikan bahwa dua tahun yang lalu kotak amalnya 2,5 Miliar dalam setahun,” ujar Habib Ja’far dikutip dalam ceramahnya yang ditayangkan basabasitv pada Kamis (20/7/2022).

Hal ini disampaikan Habib Ja’far saat menjelaskan tentang perbedaan usia dan umur. Menurut dia, umur adalah sesuatu yang mengacu pada kesadaran atau hasil. Sedangkan usia adalah mengacu pada berapa lama hidup di dunia ini.

Jika banyak bermanfaat pada orang lain, menurut Habib Ja’far, maka umur seseorang bisa lebih lama lagi dari usianya. Menurut dia, salah satu tokoh ulama yang umurnya lebih lama daripada usianya adalah Gus Dur. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya orang yang berziarah ke makam Gus Dur dan kotak amalnya memperoleh Rp 2,5 miliar dalam setahun.

Menurut Habib Ja’far, dana miliaran yang berasal dari para peziarah itu tentu merupakan jumlah yang sangat besar. “Orang-orang yang ada di sini bila mengumpulkan gajjnya dalam setahun tidak mungkin sampai 2,5 Miliar. Jadi Gusdur itu umurnya lebih tinggi dari pada usianya,” kata Habib Ja’far.

Kabarnya dana 2,5 miliar tersebut diberikan semuanya kepada orang-orang miskin yang berada di sekitar Pondok Pesantren Tebuireng. Pihak pesantren tidak mengambil dana tersebut sepersen pun.

Sulit untuk menyangkal bahwa Gus Dur adalah seorang wali. Warga nahdliyin terutama, begitu sangat mempercayai bahwa Gus Dur benar-benar wali, sehingga tak berani mencaci atau mencela sosoknya meskipun tingkah lakunya terkadang di luar nalar.

Sebagai pengingat, berikut biografi singkat Gus Dur:

Nama : KH Abdurrahman Wahid

Lahir: Denanyar, Jombang, Jawa Timur, 4 Agustus 1940.

Orang Tua: KH Wahid Hasyim (ayah) dan Nyai Solechah (ibu).

Istri : Sinta Nuriyah

Pendidikan :

• Pesantren Tambak Beras, Jombang (1959-1963)

• Departemen Studi Islam dan Arab Tingkat Tinggi, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir (1964-1966)

• Fakultas Surat-surat Universitas Baghdad (1966-1970)

Karir

• Pengajar Pesantren Pengajar dan Dekan Universitas Hasyim Ashari Fakultas Ushuludin (sebuah cabang teologi menyangkut hukum dan filosofi)

• Ketua Balai Seni Jakarta (1983-1985)

• Penemu Pesantren Ciganjur (1984-sekarang)

• Ketua Umum Nahdatul Ulama (1984-1999)

• Ketua Forum Demokrasi (1990)

• Ketua Konferensi Agama dan Perdamaian Sedunia (1994)

• Anggota MPR (1999)

• Presiden Republik Indonesia (20 Oktober 1999-24 Juli 2001)

Penghargaan

• Penghargaan Magsaysay dari Pemerintah Filipina atas usahanya mengembangkan hubungan antar-agama di Indonesia (1993)

• Penghargaan Dakwah Islam dari pemerintah Mesir (1991)

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jika kamu ingin berbagi artikel atau cerita bisa mengirimkannya ke email boyanesia7@gmail.com

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image