Apa Bedanya Pacaran dan Taaruf? Ini Kata Ustaz Metal

Agama  
Pendakwah Ustaz Derry Sulaiman.

BOYANESIA – Pendakwah yang sering berdakwah di kalangan anak-anak metal, Ustaz Derry Sulaiman menjelaskan asal-asul istilah pacaran. Menurut dia, pacaran berasal dari kata "Pacar", yaitu pewarna kuku yang dipakai seorang perempuan yang sudah dipinang.

"Jadi, orang dulu itu ceritanya waktu zaman nenek moyang kita kalau ada seorang perempuan sudah dipinang, dipingit, dan kemudian mau dinikahkan, akan dia tandai kukunya, dikasih merah-merah, inai atau dipacari, maka itu dibilang muncullah istilah 'pacaran', orang yang satu langkah lagi menuju pernikahan," kata Ustaz Derry dikutip dari kanal youtube VDVC riligi.

Sebetulnya, menurut Ustaz Derry, di dalam islam tidak ada pacaran.Di dalam Islam hanya ada istilah ta'aruf atau perkenalan. Jika saat berkenalan cocok dengan lawan jenisnya, maka bisa segera menikah.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Lalu apa perbedaan pacaran zaman now dengan ta'aruf?

Menurut Ustaz Derry, perbedaannya hanya sedikit. Kalau ta'aruf itu mengenal budi. Sedangkan pacaran mengenal body (tubuh). "Itu masalahnya pacaran itu mengenal body itu haram, memegang tangan wanita yang bukan mahram, menyentuhnya itu ancaman yang besar, nggak main-main. Bahkan lebih baik ditusukkan besi yang panas kata nabi Saw daripada harus memegang perempuan yang bukan hak kita," jelas mantan gitaris band metal Betrayer ini.

Menurut dia, gurunya juga pernah mengatakan, bahwa haram hukumnya seorang laki-laki mengatakan cinta kepada seorang wanita tanpa ada niat untuk menikahinya. "Itu namanya PHP, nggak boleh mempermainkan hati wanita. Jadi, kalau memang benar-benar suka jangan tanya perempuan itu mau menjadi istriku? Bukan itu ceritanya. Datangi ayahnya mau bapak menjadi mertuaku?," kata dia.

Ustaz Derry menuturkan, dalam Islam semua itu telah diajarkan. Semua dituntun indah dan para wanita dimuliakan setinggi-tingginya dalam Islam. Jadi, kata dia, bukan berarti dengan tidak bolehnya berpacaran, berjalanan, berkhalwat atau berduaan itu mengurangi haknya wanita tapi untuk memuliakan wanita.

"Hai anak-anakku yang perempuan, saudari-saudariku yang perempuan. Hati-hati jangan terlalu mudah untuk mempercayai janji-janji laki-laki apalagi yang kalian kenal di sosial media, hati-hati," ujar Ustaz Derry.

"Kalau ada orang mengatakan "sayang", jangan GR (Gede Rasa) dulu. Nasi yang jatuh pun dipanggil sayang, jangan-jangan sayang yang ke berapa," tuturnya.

Karena itu, menurut Ustaz Derry, kalau mau mencari jodoh carilah jodoh yang takut kepada Allah atau jodoh yang soleh dan solehah. Dia mengingatkan kepada kaum wanita untuk berhati-hati terhadap laki-laki yang melanggar syariat.

"Kalau sekarang dia (laki-laki itu) bisa bermaksiat dengan kalian, maka suatu hari nanti kalian menikah, dia akan bermaksiat juga dengan orang lain. Ingat, hakikat cinta bukan di dunia, hakikat cinta itu ada di surga," kata Ustaz Derry.

"Maka, tidak ada cinta beda agama, yang ada cinta karena Allah. Karena hakikat cinta itu di surga. Kalian, kita semua harus berkumpul di sana berbahagia selama-lamanya. Say no to pacaran, yang suka segera menikah," tutupnya.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jika kamu ingin berbagi artikel atau cerita bisa mengirimkannya ke email boyanesia7@gmail.com

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image