Agama

Enam Penyakit yang Dihadapi Kaum Muslimin

Badiuzzaman Said Nursi. (Wikipedia)

BOYANESIA.REPUBLIKA.CO.ID – Cendikiawan dan ulama asal Turki, Badiuzzaman Said Nursi pernah menyampaikan pidato di Masjid Umawi, Damaskus, Syria pada 1911. Pidato ini dihadiri 10 ribu orang termasuk 100 ulama terkemuka pada saat itu.

Berikut isi pidato Said Nursi kala itu:

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Pertama-tama, kami ingin mempersembahkan berbagai hadiah maknawi yang dipersembahkan oleh seluruh makhluk—lewat kondisi kehidupan mereka—untuk Sang Pencipta, serta puji dan syukur yang dipersembahkan oleh mereka lewat kondisinya kepada Sang Wajibul wujud yang telah befirman:

 ??? ??????????? ???? ????????? ??????? ?

"Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah." (QS Az-Zumar [39]: 53).

Baca Juga: Bacaan Doa Lengkap Ketika Membasuh Anggota Wudhu

Lalu kami ucapkan salawat dan salam tak terhingga kepada nabi Muhammad SAW. yang telah bersabda:

???????? ???????? ?????????? ????????? ???????????

Artinya: "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR Al-Baihaqi)

Maksudnya, Allah mengutus Nabi Muhammad SAW kepada manusia untuk menyempurnakan sejumlah perbuatan terpuji dan menyelematkan manusia dari berbagai perilaku tercela. 

Baca Juga: Pengusaha Muslim Sowan ke Kiai Miliarder Surabaya

Amma ba’du: Saudara-saudaraku seagama, bangsa Arab, yang sedang menyimak pelajaran ini, di Masjid Umawi. Aku naik ke mimbar ini bukan untuk memberikan pelajaran kepada kalian. Itu di luar batas kemampuanku. 

Pasalnya, di tengah-tengah kalian ada sekitar seratus ulama terhormat. Jika dibandingkan dengan kalian, aku seperti anak kecil yang pergi ke sekolah di waktu pagi dan kemudian pulang di waktu sore guna memerlihatkan apa yang telah dipelajari kepada ayahnya agar sang ayah mau mengoreksi dan membenarkan sejumlah kesalahannya.

Kondisi kami dan kalian bagaikan anak kecil dan orang tua. Kami adalah murid, sementara kalian adalah guru kami dan guru bagi seluruh umat Islam. Aku di sini hanya ingin menyampaikan kepada para guruku sejumlah hal yang telah kupelajari.

Aku telah mempelajari sejumlah pelajaran di sekolah kehidupan sosial manusia. Aku mengetahui bahwa di masa sekarang ini dan di tempat ini ada enam penyakit yang membuat kita berhenti di hadapan pintu abad pertengahan; pada saat orang-orang asing (khususnya Eropa) terbang menuju masa depan. 

Baca Juga: Amalan-Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir, Salah Satunya Mengalirkan Sungai

Penyakit tersebut adalah: 

Pertama: Lahirnya rasa putus asa yang menimpa kita.

Kedua, Pupusnya kejujuran dalam kehidupan sosial dan politik. 

Ketiga: Mencintai Permusuhan. 

Baca Juga: Promo Beli BBM Pakai MyPertamina, Khusus Oktober 2023

Keempat: Tidak mengetahui ikatan nurani yang mengikat orang-orang beriman satu dengan yang lainnya. 

Kelima: Tirani yang menyebar seperti penyakit yang menular. 

Keenam: Perhatian yang hanya tertuju pada kepentingan pribadi. Obat untuk mengatasi keenam penyakit yang mendatangkan bencana ini aku ambil dari apotek al-Qur’an yang merupakan fakultas kedokteran bagi kehidupan sosial kita. Aku jelaskan dalam pelajaran yang terdiri dari enam kata yang kuketahui bahwa ia merupakan dasar pengobatan.   

Sumber: Said Nursi, Khutbah Syamiyah, hlm. 15-16

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Scribo Ergo Sum - Sampaikanlah walau satu berita